Kamis, 28 April 2016

Apakah Penyakit Lepra Bisa Disembuhkan ? Cari Tau Jawabanya Disini

Apakah Penyakit Lepra Bisa Disembuhkan ? Cari Tau Jawabanya Disini

Apakah Penyakit Lepra Bisa Disembuhkan ? Cari Tau Jawabanya Disini > Lepra merupakan penyakit infeksi yg menyebabkan lesi pada kulit serta kerusakan serabut saraf di lengan serta kaki. Penyakit ini sudah ada sejak zaman dahulu kala, sering diiringi menggunakan stigma negatif yg mengerikan serta kisah-kisah penderita lepra yang dikucilkan. Endemi lepra ini pernah berjangkit pada hampir seluruh benua. Warga  China kuno, India kuno, serta Mesir kuno mempercayai lepra menjadi penyakit yg sangat menular, menyebabkan pemotongan, serta tidak mampu diobati.

Apakah Penyakit Lepra Bisa Disembuhkan ? Cari Tau Jawabanya Disini
Namun, lepra sebenarnya tidak terlalu pesat penularannya. Seseorang hanya mampu tertular lepra Bila hubungan secara monoton dan /atau berulang kali menggunakan cairan yg keluar berasal ekspresi dan  hidung penderita lepra yang belum diobati. Anak-anak lebih berisiko tertular lepra daripada orang dewasa.

Ketika ini, sekitar 180.000 orang di semua dunia terinfeksi lepra, dari World Health Organization (WHO), serta sebagian besar  berada di Afrika dan  Asia.

Apa yg menyebabkan lepra?

Lepra disebabkan sang suatu bakteri yg disebut Mycobacterium leprae. Lepra jua dikenal menjadi Morbus Hansen, asal nama ilmuwan yang menemukan bakteri M. Leprae di tahun 1873.

Apakah Penyakit Lepra Bisa Disembuhkan ? Cari Tau Jawabanya Disini

Apa saja tanda-tanda Penyakit lepra?

Lepra menyerang kulit dan  serabut saraf pada luar otak serta sumsum tulang belakang, atau dianggap serabut saraf tepi. Selain itu, lepra jua bisa menyerang mata serta jaringan tipis yg melapisi bagian atas pada hidung, meskipun kejadiannya lebih sporadis.

Gejala utama lepra adalah adanya luka atau benjolan pada kulit yang tak menghilang pada beberapa minggu atau beberapa bulan. Luka pada kulit ini umumnya berwarna pucat.

Kerusakan serabut saraf karena lepra bisa menyebabkan :

  • Hilangya sensasi perabaab di lengan serta kaki
  • Kelemahan otot

umumnya tanda-tanda ini baru timbul 3-5 tahun selesainya seseorang kontak dengan penderita lepra yg belum sembuh. Bahkan ada orang yg mengalami gejala lepra 20 tahun selesainya hubungan. Jarak waktu antara kontak dengan munculnya gejala diklaim masa inkubasi. Masa inkubasi lepra yg usang acapkali membentuk dokter kesulitan buat melacak kapan serta dimana penderita tertular atau kontak menggunakan bakteri lepra.

Jenis-jenis lepra

Lepra dikelompokkan sesuai jumlah dan  jenis luka pada kulit. Setiap jenis lepra akan memberikan gejala yang spesifik serta memerlukan terapi yg khusus pula. Jenis-jenis lepra mencakup:

Jenis lepra yang ringan. Orang menggunakan jenis lepra ini hanya memiliki satu atau sedikit luka yang datar serta berwarna pucat (lepra pausibasiler). Area kulit yg mengalami luka akan terasa tebal sebab kerusakan serabut saraf di bawahnya. Lepra tuberkuloid ini kurang manular dibanding jenis lepra yang lain.

Jenis lepra yg lebih berat. Lepra lepromatosa ini menyebabkan ruam dan  benjolan kulit yg beredar luas (lepra multibasiler), rasa kebas, dan  kelemahan otot. Hidung, ginjal, dan  ogan reproduksi laki-laki  pula bisa terpengaruh. Lepra jenis ini lebih menular daripada lepra tuberkuloid.

Orang menggunakan lepra jenis ini mempunyai tanda-tanda baik tuberkuloid juga lepromatosa.

Kapan kita harus menghubungi dokter?

Bila di kulit muncul luka yg mencurigakan, jangan ragu buat menghubungi dokter. Dokter mungkin jua akan memerlukan pemeriksaan mikrobiologi pada laboratorium.

Apakah lepra mampu sembuh?

Lepra bisa diobati. Pada 2 dekade terakhir, 16 juta orang menggunakan lepra telah berhasil diobati. World Health Organization (WHO) menyediakan obat gratis bagi penderita lepra.

Terapi bergantung pada jenis lepra yang diderita. Terapi dilakukan dengan dua antibiotik atau lebih dalam waktu yg lama  , umumnya 6-12 bulan. Penderita lepra yg lebih berat mungkin juga memerlukan terapi lebih usang. Antibiotik ini mampu membunuh bakteri penyebab lepra, namun tidak dapat memperbaiki kerusakan serabut saraf yg sudah terjadi.

Penderita lepra mungkin juga memerlukan obat penurun sistem imun buat mengatasi nyeri dan  mencegah perburukan rusaknya serabut saraf. Obat ini harus dikonsumsi sinkron menggunakan anjuran dokter.

Komplikasi lepra

Bila tidak diobati, lepra bisa menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, serabut saraf, lengan, kaki, dan  mata. Komplikasi lepra di antaranya:
  • Kebutaan atau glaukoma.
  • Kerusakan paras (sebab adanya benjolan atau pembengkakan yg permanen).
  • Disfungsi ereksi dan  infertilitas di pria.
  • Gagal ginjal
  • Kelemahan otot yg mengakibatkan tangan melengkung mirip cakar atau kaki tak bisa ditekuk.
  • Kerusakan permanen di bagian dalam hidung, yg bisa mengakibatkan mimisan dan  hidung tersumbat.
  • Kerusakan serabut saraf tepi secara permanen, termasuk di tangan serta kaki.


Kerusakan serabut saraf bisa menurunkan kemampuan perabaan penderita. Hal ini sangat berbahaya, sebab penderita tidak merasakan nyeri pada waktu terluka. Serta karena tidak nyeri, sering tidak diobati dan  mengakibatkan infeksi yg lebih berat.


Previous Post
Next Post

0 komentar: